Waspadai Beribadah Tapi Melupakan Allah

Nah pasti anda bingung bukan ? simak cerita selengkapnya dibawah ini…
Ini kisah spiritual Ihsan (Bukan nama sebenarnya). Di shubuh ke 6 di bulan ramadhan, kegalauan menimpanya. Berbagai macam rasa berkecamuk di dalam hatinya & marah tapi entah kepada siapa….. Ada apakah dengannya ?

Ihsan sebagaimana muslim lainnya dalam menyikapi bulan ramadhan, memasang target ibadah harian. Sebelum masuk ramadhan, Ibadah wajib kadang di lalaikan, ibadah sunnah banyak ditinggalkan.
Maka dibulan suci, ia berazam memperbaiki diri dan ibadahny. Salah satunya shalat berjamaah. Diluar ramadhan, ia kerap masbuk shalat berjamaah. Kadang sampai 5 waktu shalat dalam sehari.


Hasil gambar untuk allah 
Targetnya di bulan penuh rahmat, tidak akan tertinggal lagi shalat jamaah, ia mengharuskan diri selalu ikut takbir pertama imam. Dan kenyataanya, ia memang mampu setelah memanejemeni  waktunya dengan baik.
Hari ke pertama, Alhamdulillah lancar tertunaikan. Hari kedua juga demikian & seterusnya hingga hari kelima, shalatnya tidak lagi ketinggalan.


Cobaan datang pada 6 ramadhan, shubuh itu, entah ada apa, takmir masjid dekat rumahnya memutuskan untuk mengumandangkan iqamat lebih cepatdari biasanya. Padahal biasanya iqamat berkumandang 10 menit selepas azan dan nahas bagi ihsan.

Baru saja ia selesai shalat sunnah fajar di rumah, iqamat sudah berkumandang. Jarak rumahnya ke masjid di sebuah kota di Jawa Timur itu memang dekat, sekitar 200m. Ia shalat sunnah dirumah untuk mengamalkan hadist mengenai keutamaan amalan ini.



Walau sedekat itu jaraknya, dia tidak sempat mengikuti takbir pertama imam. Lemaslah dia, Semangat dia tiba tiba menurun ke titik mengkhawatirkan, asa yang ia pupuk selama 5 hari, hancur berkeping-keping
“Ya Allah!” rintihnya tiba-tiba kepada Allah, ”gagal saya” Lanjutnya meratapi nasib. Jangan merasa bisa. Dan selepas shubuh itu, ia memuhasabah diri. Berbagai pertanyaan ia ajukan untuk dijawab sendiri. “Apa yang terjadi ?” “Apa yang hendak Allah tunjukan ?”

Ia tidak mungkin marah kepada takmir yang mengumandangkan iqamat di luar jadwal. Ia tidak mungkin meluapkan emosi kepada imam yang barangkali meminta iqamat disegerakan. Ia hanya bisa menyesali keadaan. Yang paling ia sesaali adalah terlalu sombongnya dirinya karena tak meminta pertolongan allah.
Hasil gambar untuk berdoa
Saudara dakwah islam yang di rahmati allah, kita sebagai makhluk ciptaan allah, tidak sepantasnya memiliki sifat sombong sedikitpun mengenai aspek apapun, oleh karena itu, janganlah kita sesekali lupa untuk meminta pertolongan kepada allah, meminta ampunan kepada allah, karena sesungguhnya manusia tidak luput dari dosa, maka janganlah kita langsung lanjutkan aktivitas kita setelah kita menunaikan sholat, sempatkanlah diri kita untuk berdoa kepada allah, memohon petunjuk dan bermohonlah diberikan kemudahan dalam menjalani hidup di dunia ini.
Seseorang yang gemar menulis, menuangkan segala pikirannya kedalam bentuk tulisan